suster....suster.... suster...
suster yang bertugas di UGD langsung datang menangani sandra,,
mohon maaf pak ,bapak bisa tunggu di luar untuk kenyamanan pemeriksaan kami ucap salah satu dokter yang bertugas.
devan menunggu di luar , sementara handphonenya terus berdering.
ternyata itu maya sekertarisnya,
hallo pak devan meeting akan di adakan tiga puluh menit lagi suara di seberang telepon.
baik tolong kamu siapkan berkasnya saya akan segera kesana,
devan beranjak dari duduknya untuk berangkat ke kantor ,tapi dia teringat sandra yang masih di dalam ,
dia bingung, tidak mungkin meninggalkan meeting yang menentukan masa depan perusahaannya. tapi tidak mungkin juga meninggalkan sandra yang belum sadar.
meongggg...meonggg...meongg....
suara handphone sandra berdering , membuyarkan lamunan devan setelah di lihat di situ tertulis nama nadin,
devan langsung mengangkat,
hallo sand lo kemana aja , lo tau enggak gue lapar dari tadi , nunggu lo enggak datang-datang.
omel nadin di seberang sana,
hallo tolong segera kamu ke rumah sakit XX sandra sedang di rawat, tanpa menunggu jawaban devan memutuskan sambungan dan berangkat ke kantor ,
setelah dua jam berlalu akhirnya sandra siuman dari pingsannya ,
dia menatap sekeliling ruangan yang berdominan warna putih dan bau obat-obatan,
seketika sandra bangkit ,aaauuuwww sakit , pekiknya dia tidak sadar bahwa tangannya sudah di pasang infus.
siapa yang bawa gue ke rumah sakit ya gumamnya ,
ceklek..
pintu kamar terbuka, sandraaaa lo udah siuman ! gue panggil dokter dulu ya ucap nadin yang masih terlihat khawatir,
akhirnya sandra di periksa oleh dokter dan memberikan obat.
yaallah sand lo bikin gue jantungan ,lo enggak kasih tau kalau lo sakit.
iiiisssshh gue enggak apa-apa kali nad, mungkin penyakit maag gue kambuh lagi , karena tadi pagi belum sempat sarapan.
tapi yang gue heran siapa yang antar gue ke rumah sakit tanya sandra.
gue mana tau siapa yang bawa lo kesini.
eehh sand lo punya cowok ,,,??
sembarangan lo refleks sandra memukul lengan sahabatnya .
tadi waktu gue telpon lo, yang angkat cowok makanya gue fikir lo udah laku candanya.
haaaa, mata sandra melotot ,pasti pak devan yang bawa gue ke sini ,,aduuuhh malunya batinnya.
biasa aja kali ekspresi lo,
mmmmmm jangan-jangan pak devan yang bawa gue ke sini nad ,
whatttt,,, kok bisa pak devan yang bawa lo kesini.?
iya gue cuma nebak aja si ,soalnya handphone gue ketinggalan di rumahnya saat gue di suruh ke sana,
terus lo ngapain ke rumah pak devan cecar nadin, sandra membuang napasnya kasar lalu menceritakan bagaimana dia bisa ke rumahnya devan.
Ooooo kayaknya anak pak devan senang sama lo deh sand ,buktinya hampir setiap hari bocah itu nempel sama lo.
gue juga enggak tau nad ,tapi gue happy aja si ,karena gue juga suka sama bocah itu, selain tampan dan lucu dia juga pintar ucap sandra sambil tersenyum , mengingat betapa sayangnya dia sama raja.
mmmm ngomong-ngomong gue lapar nad ,dari pagi gue belum makan lirih sandra,
iya iya gue tahu ,bentar lagi ibu lo sampai bawa makanan.
oohh astaga lo kasih tau ibu, iya tadi gue yang telpon habisnya gue panik lihat lo merem terus..
heheeee.... maafin gue ya ,
assalamualaikum ,, astaghfirullah nduk kenapa to kamu sampai begini ,
fatim yang melihat kondisi anaknya sangat khawatir.
sandra enggak apa-apa bu cuma kecapean aja, alibinya.
ibu bawa apa sandra lapar ,
ini ibu bawa ayam kecap kesukaanmu ,sekalian nak nadin juga makan ya ,
terimakasih bu ucap nadin, dan mereka makan bersama sambil menyuapi sandra,
selesai makan fatim pamit membeli keperluan sandra di rumah sakit.
tok...tok...tok....
sandra dan nadin saling pandang, biasanya dokter enggak ketuk pintu ucap sandra, mungkin itu ibu lo sand ,
tapi ibu lo kok cepat banget baliknya ucap nadin.
gue juga enggak tau kali nad,
yaudah sana lo bukain nad ,
ceklek ,,, nadin kaget setengah mati melihat siapa yang datang,
pa pak devan ucapnya pelan ,
silahkan masuk pak, devan langsung masuk tanpa menghiraukan nadin yang masih kaget.
tanpa basa-basi devan menanyakan kondisi sandra.
bagaimana kondisi kamu sekarang?,
sandra yang kaget pun menjawab seadanya , alhamdulillah saya baik-baik saja pak .
mmmmm pak kalau boleh tanya darimana bapak tahu kalau saya sakit dan di rawat di sini tanya ragu-ragu.
itu karena saya yang bawa kamu kesini jawab devan datar.
Terimakasih pak sudah menolong saya , ucap sandra tulus,
Kedatangan saya kesini sambil merogoh sakunya devan mengeluarkan sesuatu,
Ini handphone kamu ketinggalan di rumah saya ,
Sandra berterimakasih sambil ngambil handphonenya di tangan devan.
Kalau begitu saya pulang dulu langsung berjalan menuju pintu keluar,
Nadin dan sandra hanya bisa melongo melihat bos mereka,
Devan menghentikan langkah dan berbalik,
Oh iya kasandra kapan kamu bisa pulang ,
Kata dokter besok siang sudah bisa pulang pak.
Besok saya yang akan jemput kamu , dan terus malangkah keluar kamar sandra.
sandra dan nadin saling pandang, sand apa jangan-jangan dia suka sama lo.
husss... jangan bicara seperti itu, mungkin itu keinginan anaknya balas sandra.
bisa tu sand jadiin gebetan lo , tampan tajir melintir lagi canda nadin.
kok gue heran ya sand sama pak devan, udah cakep tapi belum married juga,
mungkin dia belum bisa move on dari mendiang istrinya,
hem ...tanpa mereka sadari fatim sudah duduk di sofa, anak gadis enggak boleh membicarakan orang nanti dosa nasehatnya.
eeh ibu sudah kembali ,maaf tadi cuma gosip dikit hehehee
ya sudah kamu istirahat nduk biar cepat pulih.
sand gue balik aja ya ,lo istirahat yang banyak besok pagi gue ke sini lagi,
makasih ya nad udah temanin gue , see you ,,,
nduk lain kali sebelum kerja kamu sarapan dulu, ibu khawatir kalau kamu sakit begini lirihnya.
iya bu maafin sandra ,lain kali sebelum beraktifitas sandra sarapan ,sandra sayang ibu ,keduanya saling berpelukan dan langsung tidur karena hari sudah semakin malam.
matahari masuk menembus jendela kamar rawat sandra membuat sang empunya bangun ,
badan sandra lebih ringan pagi ini , perutnya sudah tidak sakit lagi.
nduk sudah bangun sapa fatim, bagaimana perutnya masih sakit?
Alhamdulillah sudah tidak sakit lagi bu ,
Sekarang kamu sarapan dulu ya setelah itu dokter akan datang untuk periksa kondisi mu.
selamat pagi nona sandra sapa dokter,
pagi dokter jawab sandra.
setelah saya periksa ,nona hari ini sudah bisa pulang, tapi sampai rumah nona harus istirahat yang cukup, dan jangan telat sarapan ,supaya penyakit anda tidak kambuh lagi ucap dokter.
baik dokter terimakasih nasehatnya.
sama-sama nona kalau begitu saya permisi ,
setelah dokter keluar sandra kembali istirahat,, sementara ibunya sibuk mengurus barang-barang yang akan di bawa pulang.
tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang ,,,
ceklek,,,,pintu kamar terbuka, dari balik pintu muncul bocah yang selalu buat sandra senyum,kala mengingat tingkahnya.
tante...
fitrihandayani....