Bila Allah Menghendaki

252 Words
Dalam Khutbah Jum'at di sebuah kota kecil, seorang khotibberbicara tentang pentingnya mengatakan "In Shaa Allah" (yang berartiBila Allah Menghendaki) ketika merencanakan untuk melakukan sesuatu di masadepan. Setelah beberapa hari, seorang pria yang juga menghadiriKhutbah bermaksud akan membeli seekor sapi dari pasar. Dalam perjalanan, iabertemu dengan seorang teman yang kemudian bertanya kemana ia pergi. Diabercerita bahwa ia akan membeli sapi tetapi tidak mengatakan Insya Allah.Temannya mengingatkannya tentang Khutbah dan menyuruhnya mengatakan In ShaaAllah.  Namun, pria ini mengatakan bahwa ia memiliki uang yang cukup dan tenagauntuk pergi ke pasar, dengan demikian, tidak ada gunanya mengatakan In ShaaAllah karena ia pasti akan membeli sapi. Dia berpikir bahwa mengatakan In ShaaAllah atau tidak maka tidak akan ada bedanya. Ketika sampai pasar, ia menemukan sapi yang memenuhi harapannya. Diapun melakukan tawar-menawar dengan penjual dan sampailah kesepakatanpada harga yang wajar. Akhirnya, ia memutuskan untuk membayar sapi tersebut.Tapi tercenganglah ia ketika menyadari bahwa semua uangnya hilang. Seorang copettelah mencuri uang saat ia sedang berjalan melalui pasar yang sibuk. Penjual sapi bertanya kepadanya apakah ia akan membeli sapiatau tidak. "In Shaa Allah, saya akan membelinya minggu depan,"katanya. Ketika sampai di rumah, istrinya bertanya tentang sapi yangbermaksud ia beli. Dan dia bercerita tentang bagaimana ia lupa mengatakan InShaa Allah,dan juga menambahkan, "In Shaa Allah, saya ingin membeli sapi.Tapi In Shaa Allah, uang saya dicuri. In Shaa Allah, saya akan membelinyaminggu depan." Sembari bercerita, istrinya selalu menekankan kepadanya bahwakami harus mengatakan In Shaa Allah untuk hal-hal yang belum terjadi, bukanuntuk hal-hal yang sudah terjadi. Kejadian ini diceritakan oleh Shaikh Wahidullah dari Toronto,Kanada. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD