swpulang nya mas amir dari kampung.langsung ketempat kerjaku.tak hayal siti berteriak.buset cowok ganteng amat turun dari mobil.alih alih godain aku.karna penasaran akhirnya ku menengok juga kekanan.ya allah mas amir dia datang dengan banyak oleh oleh yang di bawanya dari kampungnya.dia bilang ini oleh oleh dari ibu mertuamu.entah mau jawab apa aku.hanya teraenyum dan merasa panas mukaku.mungkin mukaku merah.karna jantungku juga tak berhenti ner detak.ok terima kasih mas gitu jawabku.siti yang heboh.duh kenapa nggak di suruh masuk dulu kenapa di biarkan pergi.ku jawab ye emang dia suruh ngapa di sini ti.kan aku juga kerja nggak enak lah sama yang lain nya.aku bingung menentukan sikapku.harus berbaik atau harus biasa saja sama mas amir.kadang hati ini takut.yah aku selalu takut jika maju menggapai mahlikai rumah tangga lagi.takut gagal dan di selingkuhi.bayang bayang itu selalu ada dalam benakku.karna rasa sakit luka yang lama masih ada.haruskah aku menjalin bahagia lagi atau aku harus menyendiri selamanya.tapi ku bertekat bila ku bisa nikah lagi apa pun resikonya aku tak mau cerai lagi.malu apa kata saudara dan tetangga nantinya.tapi tak luput ku semat kan doa dalam solatku.minta sama gusti allaj.berikan lah rumah tanggaku kelak bahagia.bila mas amir jodohku di permudahkan.bila bukan jodohku di jauhkan.hanya gusti allah tempat ku mengadu dan berkeluh kesah.kadang air mata di atas sajadah tak berhenti.karna lebih indah curhat sama allah dari pada sama teman.