bahagianya rania

207 Words
pagi itu aku sengaja cuti dan aku sudah di tunggu mas amir di pertigaan.seneng rasanya aku yg usia sudah 29 dan mas amir baru usia 25.kita jalan keliling kata mas amir mau ke taman safari.tapi takut waktunya tidak keburu.jadi kita ke ragunan.bahagia rasanya sekian lamanya tak pernah ku rasakan jalan2 apa lagi sama seoramg laki2.sekarang ini.di genggamnya tamganku sama mas amir gemetar rasanya.baru ku rasakan bersenntuhan lagi sama seorang .ya allah tenangkan lah jantungku yang selalu dag dig dug.lebih sangat teramat bahagia mas amir ngajak duduk mengarah ke danau.dan mengutarakan niatnya.neng maukah kau jadi kekasihku jadi istriku.kaget sangat aku sampai terbengong.tapi hati ini bahagia seorang amir yg berwibawa soleh tampan ,masih lajang.mau menikahi seorang janda punya anak tiga.terharu dan sangat bahagia.akhirnya aku jawab iya mas mau dengan tersipu malu aku.mungkin kalau bisa kulihat di kaca muka ku bagai udang rebus saking merahnya.saking bahagianya mas amir berteriak kegirangan.aku sangat malu.tapi mas amir biasa saja dengan bahagianya.mas amir pegang jemari tangan ku di ciumnya.dan bilang neng.segera mungkin aku akan mengenal kan mu dengan orang tua ku dan seluruh keluargaku.aku sangat takut mas.jangan ter buru2.aku seorang yang belum tentu pantas buat keluargamu.mas amir jawab sudah lah percaya padaku apa pun pilihanku ayah ibuku pasti merestui ku.ku jawab amin mas .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD