Tiga puluh delapan

1808 Words

Naya menggebrak pintu. "Mas!" pekik Naya membuka pintu kamar Nic spontan. Tapi saat ia menatap pantulan Nic yang sudah membuka kancing kemejanya sehingga memperlihatkan tubuh atletisnya dari balik kaca membuat Naya menelan ludahnya kasar. "Astagfirullah... aku ngeliat Mas gak pake baju" desisnya sendiri. "Kira-kira nanti mataku bintitan gak, yah?!" lanjutnya ragu. "Eeh... tapikan Mas itu suami aku. Jadi liat dikit gakpapa" kembali suara hatinya membenarkan semua tingkah lakunya kali ini. Naya membuka daun pintu kamar Nic pelan. Memunculkan sedikit wajahnya persis orang sedang mengintip. "Loh... Mas Nicnya mana?!" tanya hatinya kecewa. Karena nyatanya Nic sudah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. --- "Naya sayang... apa kan Mamih bilang, kalian itu jodoh. Mamih udah bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD