Bude Asih

1184 Words

BUDE ASIH "Jangan mudah menyakiti hati perempuan, saat kamu terbesit untuk menyakiti hati perempuan bayangkan wajah anakmu jangan bayangkan istrimu! Jika ada laki-laki yang akan menikahi anakmu dan dia berlaku sama persis seperti dirimu, apakah kamu ikhlas menyerahkan anak perempuan kepada lelaki?" sindir Umi Laila. "I-iya, Mi," kata Rio tergagap. "Apa yang sedang di bicarakan, Mi? Asik sekali tampaknya," seloroh Sifa saat datang membawakan segelas es teh. "Minumlah, Mas," perintah Sifa sambil menyuguhkan es teh dan gorengan. "Farhat! Salim dulu, Nak! Lihat Abi di sini," perintah Sifa. Tak lama Farhat pun masuk ke dalam kamar Sifa, dia langsung menyalami Abi nya. Namun Farhat bersikap diam dan tak banyak bicara. Semenjak Farhat tahu hubungan antara Umi dan Abi nya tidak akur karena m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD