WASIAT PURWATI "Sini, Nduk!" Perintah Suhadi melambaikan tangan pada Gendis untuk segera menyusulnya ke belakang saat melihat wanita itu datang. Dia menganggukkan kepalanya. Ini pertama kali bertemu dengan bapaknya Rio. Mereka duduk bersama di gazebo belakang. Kai sudah berpindah tangan di gendongan Rio. "Nduk! Apakah ini anak Rio?" tanya Suhadi. "Menurut Bapak apakah ini cucu Bapak atau bukan? Bukankah biasanya ada insting tersendiri antara cucu kandung dan bayi orang lain. Apakah Bapak tidak bisa merasakannya?" tanya Gendis sambil tersenyum sinis penuh arti. "Memang anak ini wajahnya tak seperti Rio. Bahkan menurutku cenderung mirip denganmu. Berbeda dengan Farhat yang sangat mirip dengan Rio plek ketiplek. Namun saat aku dekat dengannya, aku pun juga merasa nyaman. Apalagi kau wani

