AKTA KELAHIRAN BAYI TAK BERNASAB! "Apakah hanya itu pilihannya, Baby?" tanya Pohan. Gendhis menganggukkan kepalanya. "Ya, Ko. Hanya itu pilihan yang di berikan oleh Mamaku," jawab Gendhis. "Lalu kau memilih yang mana, Baby? Apakah kau juga sudah mengatakan tentang hubungan kita ini?" tanya Pohan. "Aku belum sempat mengatakannya, Ko. Aku bingung," keluh Gendhis. "Banyak hal yang aku pikirkan sekarang. Pertama kejelasan status hubungan kita, tak mungkin kan selama ini kita akan terus begini saja. Makin besar Kai juga makin besar, sedangkan dalam mindset Kai kau adalah Daddy, nya. Kedua, Kai juga semakin lama beranjak besar, dia harus sekolah. Sedangkan salah satu syarat sekolah nya adalah akta kelahiran. Bagaimana nanti nasib akta kelahirannya?" sambung Gendhis dengan nada suara bergeta

