KOMA! "Bu! Maafkan Rio, Bu!" gumam Rio lirih sambil menatap nanar ke arah Ibunya yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Dokter tampak sibuk berusaha menangani kondisi Purwati. Rio hanya bisa pasrah dan terdiam melihat Ibunya, dia hanya melihat monitor di jantung. Meski tak mengerti apa artinya setidaknya monitor itu masih bergerak tidak diam dan datar. Itu membuat Rio lega. Hampir tiga puluh menit berlalu, Dokter masih berusaha menangani Purwati, Bahkan kelambu itu sempat di tutupnya. "Keluarga Ibu Purwati," panggil suster perawat wanita itu. "Saya, Sus!" teriak Rio reflek mendekati suster itu. "Mari ke ruangan, Pak! Dokter meminta anda datang ke ruangannya," ucap Suster itu. Rio pun menurut membuntuti suster itu dan berjalan di ruangan. Pak Suhadi memilih untuk tetap mendampingi is

