Rewang

1122 Words

REWANG "Kai! Kau akan bertemu dengan Abimu! Hahaha," kata Gendhis tertawa sendiri. Tawa yang penuh dan sarat akan arti. Gendhis masih sangat ingat di kampung masih ada tradisi mengaji nanti malam setelah ada orang yang meninggal dunia. Gendis membelokkan mobilnya di sebuah toko kue. Dia memesan aneka macam roti dengan jumlah 100 buah per jenis. Tak lupa juga membeli minuman gelasan dengan jumlah dua puluh dus untuk air minum. Dia juga memberikan amplop sebagai ucapan belasungkawa. Tak tanggung -tanggung biasanya mereka rata -rata memberi dengan nominal paling banyak juga satu jutaan tapi Gendhis memasukkan nominal sepuluh juta dalam amplop itu. "Bu, apakah aku harus senang atau sedih dengan kematianmu?" batin Gendhis dalam hati sambil melajukan mobilnya membelah jalanan kota ponorog

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD