INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN! "Assalamualaikum! Bah, ini mau lahiran!" ucap Maya gagap. "Siapa yang mau lahiran? Di mana? Ini siapa?" tanya Abah. "Maya, Bah! Ini Sifa di rumah sakit! Mbak Sifa mau melahirkan secar! Butuh tanda tangan Abah, tolong ke sini, Bah!" jelas Maya. "Siapa? Secar? Ke mana Rio?" "Anu, Rio... eh Mas Rio! Em...." kata Maya gamang, dia tak tahu harus mengatakan apa pada Bapak bestie nya itu. Satu posisi dia tak ingin Abah Furqon murka karena merasa anak perempuannya yang mau melahirkan di telantarkan. Namun satu posisi ini sudah genting tak bisa di tuda lagi. Sifa menghela nafas perlahan, prinsipnya satu, katakan semua dengan jujur meski pahit. Perkara Rio dengan Abah Sifa pikir belakangan yang penting nyawa Sifa dan bayinya harus di utamakan. "Ada apa? Ini

