Bayangkan saja bagaimana Bella tidak kesal dengan tingkah kekanakkan Ivan. Disaat terlukapun masih saja melakukan adegan messum romantis seperti tadi sampai lukanya berdarah lagi. Pelototan mata Bella malah membuat Ivan semakin tertawa menggodanya. “Kalau kamu tertawa terus seperti itu, aku pulang saja deh.” “Eh..eh.. Jangan dong, Hun. Sini dong.” Ivan menepuk-nepuk kasur, meminta Bella duduk di ranjangnya. Bella menghampiri dan duduk. Jari telunjuk Ivan ditekuk seakan memerintah agar Bella mendekatinya, wanita itupun menuruti perintah Ivan seakan tahu apa yang di minta pria yang sudah mengisi hatinya dengan cinta. “Kalau kamu melarangku bergerak, apa boleh aku minta kamu yang mendekat. Aku ingin sekali peluk kamu sekarang. Boleh kan.” Bella beranjak duduk di kasur menghadap Ivan. Pri

