“Kamu mau makan apa?” Dirga melirik sekilas Aurora di sebelahnya, kemudian menyalakan mobilnya setelah sebelumnya memasang sabuk pengaman. Mereka menolak ajakan makan siang di kediaman Ganendra, dengan alasan masih ada hal yang harus mereka selesaikan. Sehingga keduanya harus segera meninggalkan rumah tersebut. Ketika berpamitan tadi, Aurora bisa melihat dengan jelas kekecewaan yang tergambar di wajah Nilam dan Laras. Tapi tak ada yang berani menahannya lebih lama lagi untuk terus berada di rumah itu. Barangkali mereka sama-sama tahu diri. “Aku ngantuk, mau tidur aja,” Aurora menjawab dengan malas. Tubuhnya bersandar sepenuhnya pada sandaran kursi, kepalanya miring bersandar pada jendela. Kalau tidur dalam posisi seperti itu, Dirga yakin kalau Aurora akan merasakan sakit ketika bangun n

