“Yuk, masuk,” Gema membuka pintu kamarnya lebar-lebar, mempersilahkan Aurora masuk ke dalamnya. Dia tersenyum simpul melihat ekspresi takjub di wajah Aurora. “Ini… nggak berubah sama sekali dari sejak terakhir kali aku ke sini. Iya kan?” Aurora mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar Gema. Dalam ingatannya, semua yang ada di kamar tersebut masih sama persis tata letaknya, juga cat dindingnya yang berwarna abu-abu muda. Satu bagian dindingnya diisi dengan rak yang berisi buku yang menjulang, di bagian lainnya ada meja belajar dan lemari, dan di bagian tengah terdapat ranjang berukuran queen size. Ingatan Aurora kemudian melayang ke masa-masa saat dirinya dan Gema masih berada di bangku kuliah. Gema sering mengajaknya mampir sepulang kuliah. Dan biasanya mereka akan menghabiskan

