Seorang pria tengah terduduk lemah di bawah pohon dekat jurang. Jika dilihat dari wajahnya maka akan terlihat mata sembabnya, Ia sedang meruntuki kebodohannya 11 tahun yang lalu. Ia kembali mengingat bagaimana baiknya Dika kepadanya. Sementara Ia begitu jahat pada sahabatnya sendiri. Ia merasa begitu bodoh karena cintanya, ia sampai membunuh sahabatnya sendiri. Ia merasa mata hatinya telah tertutup lama. Jika ada istilah cinta membutakan. Maka Roylah yang mengamini istilah itu. "Dika, Nay, maafkan aku. Maafin aku yang sudah percaya saja dengan Rini. Kalian tahu. Rini sekarang sudah mendapat balasannya. Tinggal aku! aku harus bagaimana Dika? Apa yang bisa ku lakukan untuk membuat kalian tenang di sana." Yah.. laki-laki itu Roy. Ia kembali ke TKP meninggalnya Dika. Roy menatap tempat terse

