"Rian.. Rian... " Suara parau Roy seakan tak percaya, Rini yang didepan tubuh anaknya itu hanya bisa memandangi pergelangan tangannya yang bersimbah darah, dengan gunting ditangan satunya lagi. "Ayok sayang kita kerumah sakit!" tak ingin memperdulikan Rini, Roy menggendong Rian. ia berlari keparkiran bagai orang gila. hanya keselamatan Rian yang begitu diharapkan Roy. "Ya Tuhan.. tolong jangan ia yang menanggung semua ini." doa Roy tulus, ia sudah berhasil menaruh Rian dijok depan disamping supir, meski begitu takut. tapi ia berusaha fokus mengemudi. ingatannya kembali ke masa lalu dimana dengan tega ia melakukan kejahatan dengan Dika hanya karena hasutan wanita pendusta macam Rini. jika saja waktu bisa diputar balikkan Roy tak akan pernah melakukan hal itu. tapi nasi telah menjadi bubu

