Angin membawa duka dalam dekapan lara... Angin menghempas bahagia bersama pujangga... Malam darah dalam cinta tak bernyawa. Malam darah bagi sang penguasa tanpa arah... Angin bertiup dengan kasar, menebar bau rempah dari hutan pinus yang ada di dekat pantai. Air bergulung anggun, menghampiri bibir pantai lalu menghempas karang dengan tawa senang sang ombak. Suasana di permukaan laut yang mengagumkan, ikan lumba-lumba berlomba untuk mencapai ke bagian tengah, melompat angun dan kembali berenang dalam suka cita. Namun, suasana damai itu tak luput dari pengawasan seseorang. Matanya menatap awas ke arah jalan tikus menuju ke hutan pinus. Dia merasa curiga dengan aura yang tak bisa dia tebak saat ini, aura yang bercampur baur dan menjadi satu. Lidya, wanita itu memilih turun dari atas p

