Dunia itu buruk, tapi dunia juga adalah tempat yang indah. Dunia itu mengerikan, tapi terselip kebahagiaan di sana. Ada rasa cinta, ada rasa benci, ada banyak rasa yang berbeda setiap harinya. Dunia bukan ada untuk menampung dosa, tapi tercipta karena cinta Sang Pencipta. Seperti halnya mentari bersinar dari timur, lalu akan tertidur dalam dekapan malam di sebelah barat. Dimana bulan merajai malam, namun berakhir saat menjumpai timur yang tenang. Aku membuka mataku, berharap dapat melihat wajah seorang pria yang kucintai. Aku membuka mata, tapi hanya ada putih kosong tanpa warna lain, tanpa orang lain. "Inari," Suara itu membuka satu jendela, terlihat awan putih yang menghiasi biru cerah sang langit, suara itu membawa bising dalam sunyi yang lama menjadi teman dalam sepi. "Kagume,"

