Delapan Belas

1423 Words

        “Sayang ayo tidur, ini udah malam.” Bujuk Angkasa kepada Tita yang sedari tadi mondar-mandir di hadapannya.             “Kamu tidur duluan aja,” ujar Tita dan menempeli telinganya ke tembok, berharap terdengar suara-suara Bulan dan Putrinya.             “Tita, di sini itu kedap suara dan walaupun kamu menempeli telinga dengan posisi sangat nempel itu mustahil bisa terdengar apapun. Tenang aja, Aqis pasti udah tidur di sana dan lagi kalau ada apa-apa pasti Bulan ngabarin ke kita.”             Tita menggeram kesal dan duduk di tepi kasur dengan tangan terlipat di d**a. “Aku pengen tidur sama Aqis!” rengek Tita.             Angkasa menatap jengah. “Kita di sebelah Aqis Tita.” Angkasa tiba-tiba berdiri.             “Mau ke mana?”             “Aku jemput Aqis buat tidur sama kamu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD