Tiga Puluh Satu

893 Words

        “Apa kabar?”         Angkasa yang baru saja memarkirkan sepedanya, menoleh dan mendapati Bulan yang baru datang menggunakan sepedanya berada si sebelahnya.         Hati Angkasa dilanda rindu mendapati mantan kekasihnya berada di hadapannya. Apalagi Bulan pun menatapnya dengan tatapan rindu yang sama.         Mereka berdua masih saling mencintai.         “Baik. Kamu?”         Bulan tersenyum masam. “Aku kurang baik hehehe.”         Sama jawab Angkasa di dalam hati. “Kalau begitu aku duluan,”         “Angkasa.” Panggil Bulan.         Angkasa yang hendak pergi, berbalik menatap Bulan. “Hm?”         “Aku.. aku...” Bulan terdiam sebentar dan menghela napas frustasi. “Enggak jadi, a-aku duluan ya.”         Angkasa menatap punggung Bulan yang berlari menjauh. Hatinya terasa saki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD