bab 3

1650 Words
?terbanglah bersama angan? author pov irina menatap iris mata wanita yang mengahampirinya, cantik, elegan, sexy tentu saja, siapapun pria yang menatapnya pasti akan terpesona melihat paras wanita ini "kamu udah lama na nunggu aku " teh kokom seraya duduk di kursi sebelah irina 'dari mana teh kokom tau aku di sini' pertanyaan dalam batin irina, ketika ia sadar bahwa irina tidak memberitahu detail lokasi ia menunggu teh kokom,mengenyahkam fikiran itu,biarlah yang penting sekarang orang yang dia tunggu sudah datang "teh" alih alih menjawab pertanyaan teh kokom,irina hanya terpaku menatap wanita yang sudah berusia 25 tahun ini "ayoo... kamu masih mau duduk di situ sampe kapan ?" "ooh iya teh" irina menjawab kikuk canggung rasanya karna tiba tiba irina harus menghubungi teh kokom dan meminta bantuannya,pasalnya dia pernah berjanji pada dirinya sendiri,separah apapun keadaan dia dan keluarganya,dia tidak ingin seperti teh kokom yang hina di mata semua orang karna menjual tubuhnya,irina sudah mengerti dunia seperti itu,dan itu membuatnya berfikir untuk tidak tergiur dalam lembah hitam seperti teh kokom,namun apalah daya janji pada diri sendiri yang terucap harus ia telan pahit pahit,pepatah sunda berkata 'di poyok di lebok' ada yang tau ga artinya,hayo ?! he he he irina mengikuti langkah kokom, tidak ada percakapan diantara keduanya,iriana hanya mengekori kokom sampai dia masuk ke dalam mobil berwarna silver,segudang pertanyaan berkecamuk dalam fikiran irina 'waah dari mana teh kokom punya mobil' 'bagaimana pekerjaan? apa sulit menjadi seoraa..ng..aaahh ! p*****r' irina begidik ngeri ketika menekankan kata 'p*****r' dalam hatinya "ekhem....na,kamu yakin mau kerja kaya aku" kokom memulai pembicaraannya,karna irina sedari tadi hanya asik dengan fikirannya sendiri,irina menoleh,memperhatikan teh kokom yang membawa mobil dengan lihai,dalam lubuk hatinya ingin sekali irina menjadi sosok wanita tersebut,modis,membawa mobil,cantik,agar kelak suatu saat nanti ia bisa membanggakan dirinya di hadapan orang orang yang menghinanya "hmm..iya teh" jawab irina dengan ragu kokom tersenyum,di fikirnya gadis belia ini benar benar sudah buntu dengan kehidupan dan semesta tidak berpihak padanya,biarkanlah dia pergi bersama angan di kala kehidupan sudah bertolak belakang dengan hati nuraninya, satu kata 'terpaksa' itu yang teman teman sesama kokom rasakan, rela bekerja di sebuah club malam,menjadi buah bibir para orang-orang bermulut berbisa,namun dengan penghasilan yang mampu mencukupi kehidupan keluarganya di kampoeng,lantas..apa yang mereka sesali ? "jangan ragu na, ha ha ha karna jika sudah masuk ke dunia teteh, yaa..kamu pasti sudah paham maksud teteh,dunia seperti ini, kamu akan sulit untuk terlepas" deg...jantung irina seakan tercekat,bagaimana 'tidak bisa terlepas' artinya ia akan selamanya terjerat dalam dunia hitam ? fikirnya tak ada pilihan lain, irina sangat tidak tega melihat orangtuanya tersiksa oleh dunia,walaupun keraguan masih menyelimuti hatinya, mungkin seiring berjalannya waktu semua akan terbiasa,bukankah bisa karena terbiasa ? kokom adalah tipe orang yang ramah, dia rela menolong irina, karena kehidupan di kampoeng yang sama dengan irina tinggal,mereka sama sama rendah di mata semua orang,kokom mengerti apa yang gadis ini dan keluarganya rasakan, sesampainya di apartemen kokom, irina di buat takjub dengan rumah milik kokom yang sangat bagus dan mewah,walaupun hanya sebuah apartemen "sini na,kenapa masih di pintu" kok menarik tangan irina di iringi senyum pada gadis itu, kokom tahu irina mengagumi apa yang ia miliki dan paras cantik kokom yang selalu tak luput dari pandangan irina,kokom memperhatikan itu " kamu bebas tinggal disini, sementara kamu belum punya tempat tinggal ya na" ucap kokom irina membawa kokom menuju sebuah kamar tamu "ini kamar kamu na,kalo kamu butuh apa apa bilang teteh ya" "iya teh" "ooh iya na, kalo di jakarta,eeh di tempat kerja teteh nanti,jangan panggil teteh kokom ya,he he he " kokom sebenarnya malu dengan namanya yang terasa kampoengan,entah kenapa orangtuanya memberi nama kokom, padahal ia memiliki paras yang cantik "terus rina harus panggil teteh apa?" irina dia sosok anak yang pendiam, dia enggan bertanya lebih banyak,dia lebih memilih membungkam semua dalam fikirannya "temen temen aku selalu manggil mery,he he he yaudah teteh tinggal ya na, jam 7 siap siap na kita berangkat ya,sekarang kamu istrihat ya na" irina hanya mengangguk sebagai jawaban. ??? dentuman musik dj memekakan telinga,wanita wanita sexy terlihat berlalu lalang sambil memegang minuman di tangannya, lautan manusia menari nari di bawah gemerlap lampu temaram,irina tetap mengikuti langkah kokom yang membawanya ke sebuah ruangan,dimana di sana ada beberapa orang wanita sexy mengenakan pakaian minim berwarna hitam,beberapa dari mereka mempertontonkan belahan dadanya,dengan rok minim dan kemeja ketat mereka terlihat seperti seorang pelacur "na, sini " interupsi dari kokom membuat lamunan irina buyar,irina segera menghampiri kokom yanh sedang duduk dan bercermin "na,aku udah bilang sama si bos kemarin pas kamu hubungin aku,hmm gimana ya, kamu kan baru dan pengalaman kamu nol banget" terlihat raut wajah kokom yang sedikit merasa iba pada irina "kamu sementara ikut di bartender dulu ya" "bartender ?" irina menyipitkan matanya "itu loh, yang ada di bar depan, orang uang bikin racikan minuman" irina masih memperhatikan,sampai dia bertanya tanya dalam hati, pekerjaan apa yang di maksud kokom "yaudah pokoknya kamu ke depan bar ajah sana, ini...ganti baju dulu,ini masih baru kok,kayaknya cukup di kamu " kokom memeberikan sepasang baju yang sama persisi seperti yang mereka kenakan " aku ganti dimana teh" "di sini ajah,ga ada siapa siapa kok" irina mengangguk "jangan lupa ke depan ya habis ganti baju,terus bilang ajah sama bimo kamu temen aku" seorang wanita cantik dan sexy menghampiri irina dan kokom,dia menepuk pundak irina "kamu ga usah takut,nanti juga akan terbiasa,aku tiara" dia tersenyum ramah dan menjabat tangan irina untuk berkenalan, "aku irina ka" "kamu cantik loh, semoga betah ya,,mer,aku duluan ya" lantas wanita bernama tiara itu meninggalkan kami,aku lihat mereka semua ramah, semua tersenyum padaku dan mengajak berkenalan "yaudh sana cepet ganti baju,kita ini sudah terlambat loh sebenarnya ,hehehe" kokom pergi terburu buru,karna lautan manusia sudah semakin penuh di bawah ketika irina sedang membuka kaos yang ia pakai dan menyisakan bra saja KREEK suara pintu terbuka secara mendadak,membuat irina terlonjak kaget dan sedikit berteriak, "Aaa.." sepasang manusia yang tiba tiba masuk sambil b******u itupun tak kalah kaget dan melepas tautan mereka,irina replek menutup tubuhnya yg hanya d balut bra dan celana dalam saja dengan kedua tangannya, pria itu menyipitkan matanya,menatap irina yang terpaku karna ketampanan pria tersebut,seringai licik terlihat dari sudut bibir pria itu, pria itu mendorong tubuh wanita yang tengah b******u denganya tadi,dengan hanya satu lirikan menyuruhnya keluar dari ruangan,pria itu menutup pintu,mengunci pintu dan memasukan kunci kedalam saku celanany irina ketakutan,aura menakutkan terlihat jelas dari pria itu,gemetar hebat yang tubuhnya rasakan ketika pria itu malah menghampiri irina dengan senyum liciknya,tampan namun terlihat mengintimidasi. tanpa banyak bicara irina memundurkan langkahnya hingga ke sudut tembok, irina melihat tidak ada objek yang bisa ia jadikan untuk bersembunyi atau kabur,hanya dua buah sofa panjang dan lemari lemari kecil tempat tadi kokom dan teman temannya termasuk irina menyimpan tas mereka masih dengan tatapan tajam ,pria itu duduk dengan santai sambil menyalakan sepuntung rokok,memperhatikan irina yang salah tingkah dan terburu buru memakai pakaian,irina sepertinya sudah kehilangan akal, biarlah pria itu melihat tubuh nya karena ia ingin segera keluar dari ruangan ini, senyum tanpan dan licik terlihat jelas dari pria itu,irina membalikan badan menatapnya, dirinya tertantang untuk tidak takut,menguatkan diri menahan getaran hebat pada tubunya, pria itu orang pertama yang melihat kemolekan tubuh irina walau masih di balut bra san celana dalam saja irina mnyilangkan kedua tangannya di dada " sudah puas memperhatikanku hah !?" ucap irina dengan ketus pria itu menggelengkan kepala,asap rokok sudah memenuhi ruangan, irina sepertinya harus terbiasa dengan keadaan seperti ini,entah dari mana dirinya seberani ini pada pria itu, irina terlihat sangat sexy, dengan kemeja dan rok mini pemberian kokom, di balut dengan make up tipis hasil polesan kokom,membuat irina terlihat sedikit dewasa dan cantik alami irina memberanikan diri mendekati pria tampan itu,namun jantungnya bergemuruh, pria ini terlihat angkuh,masih muda, tampan dengan tatapan membunuhnya "berikan kuncinya,! " irina menjulurkan tangannya meminta kunci pada pria itu, pria itu hanya tersenyum,tidak merespon "kau..kalau kau tidak memberikan kuncinya,aku akan melapor pada bosku !! " terdengar gelak tawa dari pria itu,dia bangkiy dan menghapiri irina,reflek irina memundurkan langkahnya,karna si pria tersebut terus menyudutkan irina hingga irina menempelka tubuhnya pada tembok pria itu mengangkat kedua tangan irina,ia memperhatikan dengan detail setiap tubuh irina,mengendus aroma tubuh irina dengan senyum tak luntur dari bibirnya,irina hanya memejamkan mata dengan rasa takut menyelimuti dirinya cup pria itu mencium pipi irina,irina menoleh melihat pria itu dengan geram, tangannya sangat sulit untuk terlepas, jika saja ia bisa,ia ingin menampar pria brengksek yang dengan suka hati menciumnya "brengsek..akan aku lap..." tanpa aba aba pria tersebut melumat bibir irina dengan lembut,irina tak membalas,tangannya yang d genggam oleh pria tersebut sangat sulit ia lepakaskan,karna cengkraman yang sangat kuat,getaran aneh terasa dalam tubuh irina,perasaan apa ini ? ciuman pertamanya,! sialan ia ingin memberontak,namun tenaganya kalah oleh pria itu, gigitan kecil oleh pria itu pada bibir ranum irina,membuat irina membuka mulutnya,yang mempermudah akses bagi pria itu untuk menyesap setiap inci mulut irina,lidahnya memporak porandakan ruang mulut irina,irina terbuai sesaat menikmati ciuman pria itu,namun irina tak dapat membalas ini pertama kali baginya. brug brug brug suara ketukan pintu teedengar sangat jelas,membuat pria itu melepas tautan pada bibir irina pria itu melihat irina dengan senyuman,namun berbalik dengan irina yang menatap sengit pria itu, ketukan pintu semakin kencang "rin. irina..rina...." pria itu memicingkan matanya,dia mengambil kunci dari saku celananya,lalu membuka satu kancing kemeja irina,irina ingin memberontak,namun cekalan tangan pria itu sangat kuat walaupn hanya dengan satu tangan,setelah kancing kemeja irina terbuka, pria itu memasukan kunci di belahan d**a irina dengan seringai tak luntur dari wajahnya,lalu berbisik pada irina "bilang pada bosmu untuk datang menemuiku " pria itu melepaskan cengkraman irina, pergelangan tangan itu terlihat merah, irina meringis merasakan sakit,lalu ia bergegas meninggalkan pria itu dan membuka pintu kreek suara pintu terbuka menghentikan aksi kokom menggedor pintu, sebelum irina pergi dia menoleh pada pria itu dan mengacungkan jari tengah pada pria itu dan berkata "BRENGSEEEK" pria itu hanya tersenyum,kokom yang di buat penasaran melihat siapa yang irina katakan b******k itu, kokom menutup mulutnya tak percaya setelah kepergian irina "jangan katakan padanya siapa sy" "ba..ba..baik " *** sory kalo banyak typo,ga baca ulang soalnya. SALAM SAYANG SOE
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD