"Aku belum mandi," ucap Azura yang kepalanya menyembul dari balik pintu. Gavin terkekeh. Pagi ini, dia memang sengaja datang tanpa memberi tahu. Untungnya, kemunculannya tidak lantas membuat Azura marah. Wanita itu tetap mempersilakan Gavin masuk meski wajahnya masih sedikit menyiratkan ekspresi malu. "Aku sedang membersihkan kamarku," ucap Azura. "Tunggu sebentar." "Take your time." Sambil duduk di atas sofa, Gavin tak henti memandangi wajah teduh yang rambutnya masih sedikit berantakan. Melalui bajunya yang tanpa lengan, Gavin bisa melihat bentuk pundak yang ternyata sangat indah. Tak ada maksud lain, kali ini Gavin benar-benar murni mengagumi. Sejenak, Gavin mengukur wanita di hadapannya dari bawah ke kepala. Dia cantik. Warna kulitnya cantik, matanya cantik, dan bahkan dia tetap t

