Kebahagian berlipat Tuhan beri padanya. Tian percaya, saat ini Tuhan sangat berbaik hati kepada dirinya. Untuk pertama kali, ada wanita yang mendatangi kantornya, dan membawa makanan. Apalagi wanita itu, wanita yang di cintainya. Hal yang mungkin orang lain anggap remeh namun berarti baginya. Ia merasa di perhatikan. "Lain kali gak usah buat kue sendiri? Gak usah ke dapur? Minta ke aku aja. Aku buatin." Lucy memutar bola matanya mendengar ceramah Tian. "Bilang sama dia. Jangan sama aku," tunjuk Lucy pada perutnya. "Dia yang mau eksperimen bikin kue. Dan kau sebagai ..." Lucy tidak melanjutkan ucapannya, matanya memutar ke sana ke mari. Pertanda apa itu? "Sebagai?" "Sebagai orang harus memakannya sampai habis." Jangan bilang-bilang, ini kebohongan. Sebenarnya ia tadi hampir keceplosan

