Troy menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur dengan posisi telentang. Ia berusaha mengatur napasnya dan memejamkan mata. Mungkin jika dia tidur lebih cepat, malam ini akan cepat berlalu pula. Dan besok, dia bisa melupakan apa yang Disa lakukan; berbohong. Troy benci dengan pembohong. Apalagi pembohong itu adalah Disa, sahabatnya, seseorang yang paling Troy percaya. Troy tiba-tiba kembali membuka mata, dan meraih ponselnya. Dia menggigit ibu jarinya sambil mengetikkan sebuah pesan untuk Disa. Mungkin Disa sedang bersenang-senang dengan Nico entah kemana, Troy tidak tau. Tapi, Troy sedikit khawatir. Dia ingin bertanya, 'Disa lagi di mana sama Nico?' Tapi, akhirnya malah kalimat bodoh sok perhatian yang Troy k

