"Kak Helga?" Mil menatap Leon dengan serius. "Hm. Kami satu sekolah sejak SD sampai SMA. Kemudian berpisah saat kuliah. Tapi tidak benar-benar berpisah karena masih saling menghubungi. Dia cinta pertamaku saat kami kelas 1 SMP. Tapi saat itu dia sedang menyukai orang lain. Akhirnya aku memilih memendam dan akhirnya hilang dengan sendirinya." "Kamu gak papa?" Mil menatap Leon dengan hati-hati. "Kamu gak apa-apa menceritakan tentang Helga pada Mil?" Leon terdiam. Dia baru menyadari bahwa nama Helga keluar dari bibirnya. Anehnya, Leon tidak lagi merasa sesak saat menyebutkan dan mendengar nama itu. Laki-laki itu kemudian menatap Mil dengan berdebar-debar. Leon berhasil. Leon berhasil menghilangkan rasa sesak itu. "Kamu kenapa?" Mil bertanya khawatir pada Leon saat laki-laki itu justru m

