Maaf...

1563 Words

"Hah!" Juli terbangun dari tidurnya, terduduk di atas ranjang dengan tubuh dan wajah bermandikan keringat. "Mimpi..untung cuma mimpi." Menghela nafas lega sambil mengusap wajahnya. Juli melirik ke samping lalu terkejut.  "Rei?!" Terkejut melihat Rei berbaring di sampingnya sambil tersenyum. Juli menggeser tubuhnya. "Ngapain kamu kesini? Sejak kapan kamu disini?!" Seketika wajahnya pucat dan spontan membuka selimut.  Gaun tidurnya masih melekat di tubuhnya begitu juga dengan panty nya. "Sejak kamu mengigau memanggil nama aku." Jawab Rei bangkit dari ranjang lalu berdiri didepan pintu balkon, menyibak gorden dan mengintip bulan yang perlahan menukik. Juli menatap kesal Rei yang sudah menyelinap masuk kamarnya. "Untuk apa? Aku gak butuh teman tidur apalagi orang itu calon suami Yuri."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD