DUA PULUH SATU

1785 Words

Duduklah bersamaku, kita selesaikan masalah bersama. Duduklah bersamaku hingga kita menua bersama. Genggam erat tanganku, kita menikmati senja bersama dan aku akan melihat pancaran kecantikanmu dari cahaya jingga. ~ Kai duduk bersedekap mengamati Alfath yang memilah tahu dalam kuah bakso miliknya. Kai memang tak menyukai tahu. “Udah gak ada tahunya.” ucap Alfath mendorong mangkok bakso milik Kai. Kai menggumamkan terimakasih kemudian menuangkan kecap dan sambal dalam kuah baksonya. Alfath memang memilih makan di warung makan dekat kantornya. Setelah selesai makan, Kai menyeka keringatnya dengan tissu kemudian ia meneguk air mineral botolnya. “Kenapa kemarin minta putus?” tanya Alfath to the point. Kai memainkan tutup botolnya. “Karena mas deket sama cewek lain” jawab Kai. Kai mendeng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD