DUA BELAS

1684 Words

Setiap wanita memang memiliki bibit Pelakor, hanya cara mereka saja yang berbeda. Ada yang melepaskan dan ada yang memaksakan untuk bersatu. ~ Kai membuka pintu rumahnya dengan kesal, Maminya yang sedang membaca majalah menoleh, kakaknya yang sedang nonton di ruang keluarga juga menoleh. “Kai ken--” “Papi mana?” tanya Kai ketus memotong ucapan Jenar. “Itu. Di atas, ada di atas” jawab Jenar gugup. Jika sedang marah Kai memang sangat menyeramkan, hanya Haris yang mampu meredam emosi Kai. “Ada apa Kai?” tanya Papi yang sudah berdiri di ujung anak tangga. Kai melangkah mendekati Papinya. “Pi.. Kai mohon, apapun yang terjadi, jangan pernah biarkan Alea memperalat Papi untuk mendapatkan Mas Alfath” ucap Kai, dan untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, Kai menggenggam tangan Papinya e

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD