Mentari kembali terbit. Sinarnya bersinar terang masuk melalui celah jendela kamar Amanda. Gadis itu sedang membetulkan kerudungnya di depan kaca rias. Setelah semuanya selesai, ia langsung menghampiri ayah dan ibunya beserta Nino yang sudah menunggu untuk sarapan pagi. Setelah sarapan, ayahnya menyalakan sepeda motor. Kali ini Amanda akan diantar ayahnya, sementara Nino—adiknya, seperti biasa, ke sekolah menaiki sepeda karena sekolahnya tidak terlalu jauh. Amanda berpamitan kepada ibunya, lantas langsung menaiki sepeda motor. Selama perjalanan, Amanda tidak berhenti bercerita kepada ayahnya mengenai lomba ceramah yang akan ia ikuti hari ini. "Ayah, Manda grogi," kata Amanda. "Jangan grogi, dong. Bismillah. Menyampaikan ceramahnya sesuai dengan apa yang kamu hapal. Jangan terpaku pada

