Aqilla membuka matanya perlahan. Pagi ini ia merasa kepalanya pusing. Ia mencoba bangkit dari tempat tidur. Namun, tubuhnya sangat lemas. Penglihatanya buram. Sekali lagi ia mencoba bangkit. Kini ia bisa berdiri. Namun, beberapa langkah menuju kamar mandi, penglihatannya gelap. Tubuhnya lemas dan ia pingsan. Alina, sang adik, disuruh mamanya untuk membangunkan kakaknya. Saat membuka pintu kamar kakaknya, ia terbelalak kaget melihat Aqilla tertidur di depan pintu kamar mandi. Lantas Alina berteriak memanggil mama dan papanya. Mama dan papanya serta Dimas langsung menuju kamar Aqilla. Papanya langsung membopong tubuh Aqilla ke kasur. Mamanya cemas dan khawatir. Namun, sang papa menenangkannya. "Pa, tubuh Aqilla panas! Kita bawa saja ke rumah sakit," ucap mamanya. Lima menit pingsan, Aq

