Dengan kedua tangan, Zara menggenggam ponselnya sangat erat. Matanya terpejam, lalu terbuka lagi dan menunduk menatap layar hitam pipih itu. Haruskah aku memberitahunya? Tanya Zara berulang kali dalam benaknya. “Tidak!” tegasnya. “Zayn tidak perlu tahu!” lalu Zara meletakkan ponselnya, nyaris membanting benda itu. Dan tangan Zara beralih mengambil testpeck yang ia letakkan di wastafel, ada lima testpeck, Zara mengecek semuanya sekali lagi, hanya untuk mendapati bahwa kelima benda itu menyatakan dirinya positif hamil. Tangan Zara gemetar ketika membawa testpeck-tespeck itu masuk ke dalam tempat sampah. Lalu dirinya duduk di atas WC yang tertutup sambil mengusap wajahnya kasar. Janda, dan hamil. Tidak adakah yang lebih buruk dari itu? Oh ya, tentu saja ada. Yang terburuk hanya belum dat

