Anika gelisah nggak bisa tidur menatap wajah Dewa yang terlihat damai saat tidur Anika membelai rambut Dewa dengan lembut, Anika lalu berbaring lagi dengan lengan Dewa sebagai bantalnya Anika selalu tau ia akan merasa tenang di dalam pelukan lelaki itu, lelaki yang telah menjadi suaminya yang dengan keras juga ia tolak kehadirannya. Mendengar detak jantung Dewa yang begitu menenangkan Anika, lalu untuk apa selama ini Anika begitu menolak Dewa sedangkan hubungan nya dengan Dewa saat ini justru membuat Dewa bisa selalu ada di sisinya seperti yang sejak kecil Anika inginkan... " maafin Anika mas, tetap seperti ini di sisi Anika... " bisik Anika pelan Anika lalu mencium pipi Dewa dan dengan pelan bangun dari tempat tidurnya tanpa membangunkan Dewa, Anika lalu membuka laptopnya dan mencari i

