Beberapa hari setelah penyerangan Dina, suasana di kediaman Bara mulai menunjukkan perubahan kecil namun terasa nyata. Seperti janjinya, Bara berusaha melonggarkan sedikit aturan ketatnya. Ia mengizinkan Melia berjalan-jalan di luar pagar ditemani dua pengawal terpercaya, bahkan mulai mengizinkannya menerima tamu wanita yang sudah dikenal baik. Namun, sifat posesif yang telah mengakar selama bertahun-tahun tidak bisa hilang seketika. Di balik usahanya untuk lebih percaya, matanya masih selalu mengawasi, dan hatinya masih sering diliputi rasa cemas yang tiba-tiba. Pagi itu, Melia sedang duduk di teras belakang, menikmati sinar matahari sambil membaca buku. Bara berdiri tidak jauh dari sana, berpura-pura memeriksa laporan bisnis, namun pandangannya sesekali melirik istrinya. Saat itulah, s

