Hak Milik

1682 Words

Udara di dalam ruangan terasa semakin berat seiring hembusan angin malam yang membawa suara teriakan dan dentangan senjata dari kejauhan. Kata-kata Elara masih terngiang tajam di telinga setiap orang yang hadir, namun yang paling terpukul adalah Bara. Tatapannya berubah seketika dari tatapan lemah karena luka menjadi tatapan membara yang menyembunyikan badai kecemburuan dan rasa posesif yang meledak melampaui batas wajar. “Masa lalu?” gumam Bara dengan suara rendah namun mengandung amarah yang tertahan. Tangannya mencengkeram lengan Melia begitu kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan, namun ia tidak menyadarinya. “Siapa pun dia, dari masa lalu mana pun, hak apa pun yang dia klaim… tidak ada artinya lagi. Sejak hari kau melangkah masuk ke dalam hidupku, seluruh dirimu tubuh, hati, masa l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD