Pertengkaran

1171 Words

Keesokan harinya, sinar matahari pagi baru saja menembus celah tirai jendela, menyinari ruangan yang masih terasa dingin oleh sisa ketegangan semalam. Tak ada lagi kata maaf yang terucap, tak ada pelukan yang menyatukan mereka hanya keheningan yang berat, seolah udara di antara mereka terisi oleh ribuan kata yang tak berani dilontarkan. Bara sudah bangun lebih dulu. Ia berdiri di dekat jendela, punggungnya tegap namun terasa kaku, seolah menahan segala gejolak yang bergemuruh di dalam dadanya. Matanya tak lepas dari sosok Melia yang masih duduk di tepi tempat tidur, wajahnya tampak lelah namun matanya masih memancarkan keteguhan yang tak tergoyahkan. Sejak bangun tadi, rasa curiga dan rasa posesif itu kembali merayap perlahan ke dalam hati Bara seperti racun yang menyebar tanpa suara, mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD