Bab 26 - HYPER ?

1334 Words

Setelah pembicaraan di pangkuan Leonel tadi, sisa hari itu menjadi siksaan yang manis sekaligus membingungkan bagi Tiana. Ia merasa seperti kehilangan kendali atas otaknya sendiri. Bayangan wajah Leonel yang sangat dekat, aroma yang tertinggal di indra penciumannya, hingga sensasi hisapan di lidahnya terus berputar-putar tanpa henti seperti kaset rusak. Dada Tiana terus berdegup kencang seolah ia baru saja berlari maraton. Ada perasaan aneh yang menggelitik di perutnya, sesuatu yang membuatnya ingin tersenyum sendiri namun sedetik kemudian ingin berteriak karena malu. Ia merasa seperti melayang, berbunga-bunga, namun juga merasa konyol di saat yang bersamaan. Setiap kali ia mendengar suara langkah kaki Leonel di lorong mansion, Tiana langsung bersembunyi di balik tembok atau masuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD