Sisa-sisa pengakuan Leonel tentang malam di kelab tiga tahun lalu masih membuat jantung Tiana berdegup tidak karuan setiap kali ia menatap suaminya. Tiana masih syok, tapi paginya Leon bersikap seolah itu tak menganggu sama sekali. Bahkan Leon sudah menyiapkan sesuatu. Tiana harus ikut bersama Leon ke sebuah pertemuan penting untuk klan De Luca. "Kenapa harus pakai gaun yang punggungnya terbuka begini?" keluh Tiana di depan cermin besar. Gaun berwarna merah gelap itu melekat sempurna, menunjukkan lekuk tubuhnya yang selama ini hanya ia perlihatkan pada Leonel. Leonel yang sedang merapikan jam tangan mahalnya, melirik dari pantulan cermin. "Karena dunia perlu tahu bahwa istri seorang Leonel De Luca sangat mempesona, Tiana. Tapi jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan mata mereka b

