Pertemuan

1393 Words

Ben terlihat rapi dan serius pagi itu. Ia tak banyak bicara pada Nina yang hari ini malah tampak sebaliknya. Ia terlihat ceria dan menyanyikan lagu-lagu cinta dengan suara pelan. Ben menatap Nina yang tampak sibuk menyiapkan sarapan untuknya. “Telurnya sudah siap mas,” ucap Nina dengan pandangan berbinar. Ben menatap Nina dalam lalu walau tak mendapatkan izin Nina, ia mengecup kening Nina lembut. “Hari ini kamu harus langsung pulang ya, jangan kemana-mana. Aku akan makan malam dirumah mami.” “Aku mau ikut dong mas,” pinta Nina manja. Ben menggelengkan kepalanya perlahan, “Kali ini kamu gak boleh ikut Nin,” “Kenapa?” tanya Nina sambil menikmati sarapannya. Ben hanya diam dan pindah duduk ke samping Nina. “Peluk aku,” pinta Ben cepat. Nina menggelengkan kepalanya. “Aku gak mau.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD