Dilema Hati Kaisar Lee

1024 Words
Sesampainya di kamar, ratu Finix menjentikkan jari nya dan pintu kembali tertutup sendiri, tidak hanya itu, semua jendela yang terbuka juga kembali tertutup. Kaisar Lee meletakkan tubuh nya di atas ranjang bertirai sutra. Wanita itu menatap kaisar Lee dengan tatapan sayu, "kaisar Lee, kau mau kemana?" Dia menarik lengan kaisar Lee manja. Dia tidak ingin pria itu pergi begitu saja, dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk menggoda nya. "Bagaimana kalau mencobanya sekarang?" Ratu Finix memegang dagu kaisar Lee dan menghadapkannya ke arah nya, tangan nya mulai menjalar ke bagian leher belakang pria itu, kemudian dia mendekatkan wajahnya sendiri, saat bibirnya hampir menyentuh permukaan bibir kaisar Lee. Tiba-tiba pria itu menarik diri. "Kaisar... Kenapa?" Ratu Finix merasa kecewa. Entah kenapa pria itu tidak pernah mau menyentuhnya selama pernikahan mereka yang hampir menginjak usia satu tahun. "Sudah ku bilang, aku tidak merasakan apapun terhadap mu, dan aku tidak ingin melakukan hal itu pada wanita yang tidak aku cintai, sekalipun aku sangat berhasrat." Prinsip Kaisar Lee begitu kuat, meskipun dia pria yang normal, lebih baik dia menahan diri. Dia hanya ingin mendapatkan cinta sejati, dia ingin merasakan jatuh cinta, seperti jantung yang berdebar jika berdekatan dengan wanita yang ia cintai, dan selama ini, belum pernah ada yang bisa menggetarkan hati nya. Sekalipun itu ratu Finix, yang kecantikannya di akui seluruh negri. Tapi itu tidak cukup untuk meluluhkan hati sang Kaisar. Dia menikahi wanita itu hanya karena ingin memperluas kekuasaannya, juga ingin mendapatkan pasangan yang sebanding, ratu Finix adalah putri dari kerajaan seberang, secara fisik dia juga sangat menawan. Jadi Kaisar memilih nya meskipun hanya di jadikan pajangan. "Kalau kita tidak pernah mencobanya, bagaimana kau akan jatuh cinta padaku? Dan harus berapa lama lagi aku menunggu mu?" Ada kesedihan menaungi wajah Ratu Finix, dia juga khawatir tenang apa yang di katakan oleh peramal, selain kaisar Lee akan memiliki keturunan dari selir Yiping. Pertama wanita tua itu juga mengatakan, jika dirinya mandul dan tidak akan bisa memiliki anak selamanya. Menurut nya itu bukan mandul, tapi memang kaisar Lee saja yang tidak pernah menyentuh nya, seandainya dia berhasil membuat sang kaisar tidur dengan nya, dia yakin dia pasti bisa memiliki seorang buah hati, untuk itu dia tidak akan pernah menyerah untuk memperjuangkan cinta dan posisinya. "Aku tidak tahu, dan jangan paksa aku untuk menjawab!" Wajah Kaisar Lee terlihat sedingin es, dengan langkah yakin dia kembali berjalan menuju pintu keluar, dia juga memiliki tenaga dalam, dengan sekali menjentikkan jari nya, pintu kembali terbuka berikut semua jendela. *** Sementara itu, panglima Han juga mengantar Selir Yiping Xie hingga ke istana bagian Utara tempat kediaman wanita itu, di belakang mengekor ketua Duong dan para pelayan. "Istirahatlah, sebentar lagi tabib datang... Kau tenang lah," panglima Han membaringkan tubuh Yiping Xie di atas ranjang, kemudian tangannya bergerak hendak melepas sepatu Yiping Xie. "Tuan... Kenapa kau baik padaku?" Susan Xie penasaran dan tak tahan ingin bertanya, dia juga tidak siapa pria ini sebenar nya, namun dari sikap nya yang selalu membela wanita yang dia pakai tubuhnya saat ini, sepertinya pria itu adalah pria baik. Sangat berbeda dari Kaisar Lee yang dingin, angkuh dan sangat arogan. Mengingat nama pria itu rasa nya Susan Xie ingin sekali mencakar wajahnya. "Nama ku Han wong, semua orang di istana ini memanggil ku panglima Han. Apa yang mulia sama sekali tidak mengingat ku?" Panglima? Susan Xie memasang wajah kebingungan. "Tidak apa-apa jika yang mulia belum bisa mengingat ku atau mengingat semua nya, tabib sudah menjelaskan kondisi yang mulia, mungkin saja yang mulia mengalami hilang ingatan." Susan Xie tidak tahu harus berkata apa lagi, jadi dia hanya mengulas senyum canggung. "Ketua Duong, tolong ambil kan air di wadah, aku ingin membersihkan lukanya sambil menunggu tabib datang," panglima Han menyerahkan sepatu tipis milik Yiping Xie yang penuh darah pada wanita paruh baya itu. Dan wanita itu pun menyuruh salah satu dayang untuk segera mengambil air di wadah. "Panglima Han, harus nya kau tidak perlu repot-repot begini." Susan Xie merasa tidak enak. "Kenapa? Apa yang mulia takut Kaisar Lee akan murka?" Susan Xie seketika menggeleng keras, "Bukan... Bukan seperti itu..." Lagipula siapa yang peduli apa tanggapan pria itu padanya? Melihat wajah Selir Yiping yang terlihat panik, panglima Han malah ingin tertawa. "Tenanglah, kaisar Lee tidak akan marah pada yang mulia, jika dia marah, biar aku yang menghadapinya." Susan Xie jadi berpikir, apa hubungan mereka begitu dekat layak nya teman? Sepertinya mereka cukup dekat. Susan Xie menimang. Kaisar Lee berjalan empat menyusuri teras di sepanjang istana bagian selatan, seharusnya dia menuju istana barat jika ingin kembali ke kamarnya sendiri, tapi langkah kaki nya yang tergesa malah berjalan lurus menuju ke Utara. Saat langkahnya terhenti di depan sebuah istana bagian Utara, dia mencoba mengintip dari salah satu Jendela. Di dalam sana, terlihat panglima Han tampak telaten membasuh luka yang ada di kaki selir Yiping Xie. Pemandangan itu sedikit mengganggu pikirannya, kenapa dirinya harus tidak tenang seperti ini? Dan lebih aneh nya lagi, kenapa juga dia harus melangkahkan kaki nya hingga sampai di tempat ini? Ini aneh sekali, dia merasakan ada sesuatu yang berdenyut di bagian kiri dadanya, rasanya sakit sampai membuatnya ingin marah, menangis atau entah apalah, yang pasti sangat campur aduk. seolah ada rasa tidak rela jika wanita yang ada di dalam kamar sana, di sentuh pria lain, sekalipun itu adalah bawahan sekaligus sahabat dekatnya sendiri. Namun jika dia tiba-tiba marah, dan memberi hukuman pada kedua nya, bukan kah itu sama saja sedang mengakui perasaan nya yang sebenarnya, tidak... Dia tidak akan menunjukkan apapun pada wanita itu atau siapapun, mana mungkin dia yang seorang kaisar besar dan sangat di elu-elu kan ke seluruh pelosok negri, pada akhirnya tahluk pada seorang gadis biasa yang tak memiliki keistimewaan apapun. Bahkan wanita tercantik seluruh negri yaitu istri pertama nya, ratu Finix saja tidak sanggup membuat hatinya bergetar. Tapi bagaimana kenyataanya jika memang benar gadis itu yang akan mengubah segalanya? Mengubah pandangannya? Dan terlebih lagi hatinya? "TIDAAAKKK...!!" Kaisar Lee tanpa sadar berteriak berusaha mengingkari kata hatinya sendiri, "tidak... Ini tidak mungkin." Dia terus saja menyangkal, sebelum semua orang menyadari keberadaanya di tempat itu, dia buru menggunakan tenaga dalam nya untuk meringankan tubuhnya agar bisa melompat dan melayang ke udara. Dia menghilang dari tempat itu hanya dengan sekejap mata. Bersambung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD