Ada kaca di dalam nampan Selamat membaca, kesayangan. **** "Ya Allah, apa ini?" tanya Farah dengan mata mendelik pada penampakan kain bewarna krem yang berlipat bentuk segi empat. Bahannya kaus, persis bahan celana dalam. "Ah, ini..." Ali gelagapan, lalu dengan cepat mengambil benda tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam saku celananya. "Apa itu? Seperti celana dalam." Kening Farah berkerut, masih memandang curiga pada saku celana Ali, tempat lelaki itu menyimpan celana dalam Parni tadi. "Bukan, itu sapu tangan kaus aromaterapi yang selalu aku pakai," terang Ali dengan wajah memerah malu. Tangannya mengurut d**a, kemudian menghela nafas panjang. Hampir saja ketahuan oleh Farah, bisa gawat kalau sampai wanita itu tahu. Ali bermonolog. "Oh gt, ya udah. Cobain dong masakan aku," ujar

