CHAPTER :: 29

1552 Words

"Gue ijin ke toilet." Ucap Inez yang sudah gerah. Tanpa menunggu respond dari teman-temannya serta Fawaz, gadis itu segera berlalu dengan ekspresi wajah yang tajam. Ya, jujur saja Inez muak. Kenapa mereka tidak mengerti-mengerti juga? Inez merasa terpojokkan di sana. Seolah ia adalah perempuan bodoh dan perempuan paling salah karena sudah menolak laki-laki yang katanya sebaik Fawaz. Walaupun hanya Tata yang berkomentar, tapi itu cukup membuat Inez sedikit kesal. Gadis itu melangkahkan kakinya tanpa arah. Ya, jujur saja ia tidak tahu harus melangkah kemana untuk menuju toilet. Tapi untung saja, tak berapa lama Inez menemukan sebuah petunjuk yang akan mengarahkannya ke tempat tersebut. Toilet memang tempat pelarian terbaik bagi Inez jika sedang berada di tempat umum seperti ini. Sesampai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD