Apakah Ini Badai?

1035 Words

“TADAAA!!! Pecel dengan bakwan spesial buatan Nona Chef Farah Banget telah jadiii,” pekik Asa dari dapur yang terletak di lantai satu. Nala memapah tubuh Elan menuruni tangga. “Pelan-pelan, bro,” pintanya pada Elan yang masih lemas. “Lu memperlakukan gue udah kagak ada bedanya sama kayak nenek-nenek, a***y,” balas Elan tersenyum kecut. “Kalau boleh jujur sih sebenarnya lu itu jauh lebih parah, b**o,” balas Nala ikut tersenyum kecil. Merasa puas. “Haduuh, kalian berdua ini malah ngata-ngatain di tangga. Bahaya tau! Buruan turun! Mumpung masih anget, nih,” pinta Asa dari bawah tangga. Ketiganya pun berkumpul di ruang tamu. Elan melihat bakwan yang berwarna kuning kuning campur kehijauan itu bak gunungan emas. Ia sudah merequest untuk dibanyakkan micinnya. Rasanya sudah pasti akan jadi s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD