Lima bulan lalu, Ratu Intan Wijaya Kusuma tidak pernah menyangka bahwa penyelianya yang lama, Herman Efendi, yang memanggil semua staf sales and purchasing, akan mengenalkan mereka semua pada sosok pria bernama Prabu Damar Anggabaya. Yang Ratu tahu, kala itu, Lisa menepuk pundaknya kuat-kuat dan berceloteh bahwa pengganti Herman adalah pria muda berwajah imut-imut yang seketika mampu membuat roknya kendor. Ratu yang masih sibuk dengan pikiran bahwa ia harus membeli obat buat sang ayah, mendadak biji matanya nyaris meloncat ketika tahu siapa sosok pria imut yang membuat Lisa bersiap mandi wajib tersebut. Siapa lagi kalau bukan orang yang sama yang pernah membuatnya nekat bertahun-tahun lalu. Melihatnya kembali, segera saja membuat jantung Ratu berdegup tidak karuan, hingga tanpa pikir pan

