"Ternyata aku bukan siapa-siapa baginya," lirih Keyza sambil menyeka air mata ketika sedang berada di suatu tempat. [Kamu bodoh Key, telah terlena dengan pesona Devan. Begitu mudahnya tertipu dengan ucapan pria itu. Lihat lah di pesta itu siapa wanita yang pantas mendampinginya?] logika Keyza berkata sesuai fakta dan kenyataan. Dari balik rimbun pepohonan di taman, gadis itu melihat Devan dan Mona keluar dari hotel sambil bergandengan tangan dengan mesra. Tidak lama kemudian sebuah kendaraan mewah berhenti di depan mereka. Seorang door boy membukakan pintu dan mobil itu pun meluncur pergi. Keyza kembali menyeka derai air matanya. Untung tidak ada yang melihat jadi ia tidak merasa malu. Tanpa gadis itu sadari seseorang mendekat ke arahnya dari belakang. "Sudah jangan nangis terus nanti

