63

1093 Words

Limusin mewah itu melambat sebelum akhirnya berhenti sempurna di depan menara megah milik perusahaan Damiano. Dua pengawal berseragam hitam segera membukakan pintu, wajah mereka tertutup kacamata hitam meski langit London pagi itu kelabu. Di Ruang Boardroom Lantai 42 Udara di ruangan seluas 200 meter persegi itu terasa dingin dan steril. Dinding kaca dari lantai ke langit-langit memamerkan pemandangan London yang spektakuler, namun tak seorang pun yang memperhatikan. Damiano berdiri membelakangi pintu masuk, siluet tubuhnya yang tegap terlihat jelas melawan panorama kota. Dia mengenakan setelan tiga potong warna antik yang membuatnya terlihat seperti penguasa yang sedang mengawasi kerajaannya. "Isabella," sambutnya tanpa menoleh, suaranya dalam dan beresonansi di ruangan yang sunyi itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD