65

1070 Words

"Kau datang," ucap Matteo, suaranya serak. Isabella duduk di hadapannya tanpa melepaskan mantelnya. "Aku penasaran apa yang membuat Matteo Ruzzo memohon untuk bertemu." Matteo tak lagi mengenakan setelan Brioni-nya yang mahal. Hari ini, ia hanya memakai kemeja lengan panjang yang kusut dan celana chino yang sudah pudar warnanya. Rambutnya yang biasanya selalu rapi kini terlihat berminyak, seperti sudah berhari-hari tidak dicuci. "Lihatlah diriku sekarang," dia terkeka pahit. "Bukan miskin, tapi... tak berarti." Isabella memesan espresso tanpa menatap pelayan. "Kau masih memiliki villa di Sardinia dan apartemen di Roma. Mm…satu lagi, rumah pernikahan kita!" "Yang semuanya akan disita untuk membayar utang jika aku tidak menemukan solusi!" Matteo tiba-tiba membentak, membuat beberapa pen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD