"Aku sudah kabur dari rumahnya sejak tiga bulan lalu," bantah Isabella, suaranya datar. Damiano tiba-tiba mundur seolah tersengat. "Kau bersama Salvatory?" Isabella menahan napas. "Tuan Damiano—" "Aku tidak akan menyentuhmu," potong Damiano kasar, berbalik ke jendela. "Keluargaku terikat sumpah pada Salvatory. Tapi ingat—perlindungannya tidak abadi." Mata Isabella berbinar. "Benarkah?" Lima hari berlalu dengan ketegangan yang tersamar. Pesawat pribadi Damiano mendarat di Bandara Heathrow saat hujan ringan membasahi landasan. Isabella menyusuri jet bridge dengan langkah pasti, mantel trench coat-nya berkibar. Damiano di sampingnya, sikapnya kaku—seperti pria yang berusaha terlalu keras untuk tidak melihat ke arahnya. Dan kemudian, di tengah kerumunan penumpang, seseorang berdiri teg

