56

1109 Words

"Leo..." "Istirahatlah," ucapnya lembut, tubuhnya yang besar perlahan duduk di samping Isabella. Tangannya yang hangat menutupi jemari Isabella yang dingin. "Aku tahu kamu sedih. Aku juga." Isabella tak bisa menahan diri lagi. Tangannya meraih pinggang Leonardo, kepalanya jatuh ke d**a lebar itu. Detak jantung pria itu stabil dan kuat, seperti drum yang menenangkan. Leonardo mengecup ubun-ubunnya, bibirnya hangat di kulit kepala Isabella. "Maafkan aku..." isak Isabella, suaranya pecah. "Jangan bilang begitu," bisik Leonardo, tangannya membelai rambut Isabella. "Bukan salahmu." "Tadinya... tadinya aku memang ingin bawa anak ini pergi," aku Isabella, suaranya kecil. "Tanpa aku?" tanya Leonardo, dadanya bergetar. Di pelukannya, Isabella mengangguk pelan. "Tuhan menghukumku," bisiknya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD