Apakah itu lamaran? Pertanyaan itu berputar-putar dalam benak Lana, namun dia tak berani mengungkapkan langsung pada Reynard. Bahkan setelah mereka tiba di rumah pria itu dan keadaan kembali normal, Lana semakin tak berani menanyakannya. Masalahnya, lelaki itu terkesan tak ingin membahasnya. Seakan menganggap dia tak pernah mengucapkannya. “Apa yang ingin kau makan?” “Apakah itu lamaran?” Tak sadar Lana menyuarakan apa yang ada dalam hatinya, tapi jadi tak sinkron dengan pertanyaan Reynard. Melihat kening Reynard berkerut dalam, Lana segera meralat ucapannya. “Maksudku, apakah itu tawaran?” Reynard mengangguk pendek. “Tentu. Aku akan menyiapkan hidangan untukmu. Kau ingin makan apa? Spagheti? Steak? Nasi goreng?” “Yang praktis saja dan tak merepotkanmu,” sahut Lana acuh

