Akhir-akhir ini Lana merasa seseorang membuntutinya. Entah siapa orangnya, tapi dia yakin orang itu memiliki tujuan tak baik. Lana sengaja pergi ke tempat-tempat umum untuk urusan remeh, seperti belanja, nonton film, ke salon dan yang lain. Dia berharap penguntitnya lengah saat mengawasinya. Ternyata harapannya tak terpenuhi, penguntitnya masih getol membuntutinya. Lana berinisiatif memberinya peringatan. Suatu saat dia sengaja mengarahkan orang itu ke tempat sepi. Dari kantornya, Lana membiarkan orang itu mengikutinya hingga sampai ke gang buntu yang sepi. Penguntitnya terkejut ketika mendadak Lana berbalik dan menyapanya dengan sinis. “Halo, akhirnya kita berhadapan muka juga.” Orang itu berusaha berkelit dengan pura-pura tak mengenal Lana. “Anda bicara dengan saya, Nyonya?”

